Natnat (a.k.a nana a.k.a nadya a.k.a nejha) itu orang Indonesia yang gak jelas suku bangsanya.
Sering pake bahasa campur aduk gak karuan yang merupakan campuran bahasa Indonesia, bahasa sunda, bahasa gaul, dan bahasa prokem.
Lahir di suatu dusun di Ciamis, dan tidak pernah mengenal tanah kelahiran.
Tumbuh dan berkembang di Banda Aceh, dan Bandung. Ngaku-ngaku punya hubungan darah sama Raja-raja jaman dahulu kala dari Pontianak dan Garut.
Pernah kuliah di salah satu universitas swasta terkenal se-Bandung.
Punya seorang ayah, seorang ibu, dan seorang kakak lelaki.
Nat itu seorang cewek yang lagi pusing bin lieur bin dizzy, yang hidup di dunia yang berantakan.
Kalo mau kenalan, mau ngehina, mau ngasih masukan ke cewek ini, silahkan e-mail ke sini[cewek berantakan]
Quotes of the Month
"As women, our historical role has been to clean up the mess. Whether it's the mess left by war or death or children or sickness...we know that life is messy."
(Marsha Norman)
Tempat yang paling berantakan
My Bookshelf
Maca
Minna No Uchi
School of Thoughts
|
|
|
 |
|
Thursday, November 8
dear all, karena semakin berantakan, saya memutuskan untuk menjadikan satu blog-blog saya. Jadi, blog ini saya pindahkan ke sini. Jangan lupa berkunjung yaaaaa... Ditunggu lhoooo... -nana-
Posted at 14:27 by nanathea
nanalink
Tuesday, February 27

Bandung, 20 February 2007
Di kamer gw
Jam 19.39 malem
Hari ini di pikiran gw muncul satu pernyataan yang—menurut perspektif gw yang egois—sangat brilliant. Pernyataan itu berbunyi sebagai berikut: “ternyata ada beberapa cinta yang memang tidak ditakdirkan untuk menghilang dari perasaan kita, tetapi tetap tidak bisa kita pegang.” Sebenernya pernyataan ini klise banget bahwa kita harus memahami bahwa tidak semua cinta itu harus dimiliki.
Cinta yang gw miliki saat ini berbeda dengan cinta-cinta yang gw rasakan saat dulu. Dan kalau dipikir-pikir gw masih mencintai orang-orang itu. Kok “orang-orang”? Hmm…karena ada 2 orang dari masa lalu gw yang pernah dan—sampai sekarang—masih gw (anggap aja) cinta.
Sebutlah itu obsesi atau khayalan gw doang. Tapi beberapa saat yang lalu gw bertemu dengan kedua orang itu (dalam tempat dan waktu yang berbeda), cinta yang dulu gw pikir gw rasain, ternyata masih terasa di sini, di dada ini (ya iyalah, masa di dengkul!). Walau sekarang ternyata gw memandangnya dengan cara yang berbeda.
Gw melihat mereka sebagai orang-orang yang pernah berjasa membuat gw jadi diri gw sekarang ini (yang sangat tidak membanggakan, tetapi cukup membuat gw puas--kadang-kadang!), orang yang pernah mendapat tempat teristimewa dalam hari-hari gw (ps: kedua orang itu belum pernah jadi pacar gw, lho!). Mereka itu yang ngebuat gw punya kenangan di masa-masa SMA (di Aceh dan di Bandung). Mereka itu yang ngebuat gw ngerasa jadi ngehargain apa yang gw miliki saat ini. Mereka yang ngajarin gw, bahwa jika gw menyayangi—mencintai, atau apa pun lah namanya itu—gw harus mengatakannya tanpa ragu-ragu, bahwa gw harus jujur pada diri gw sendiri maupun pada orang lain (betapa pun menyakitkannya), bahwa gw harus bersikap apa adanya (terserah orang mau menerimanya atau ngga). Dan yang terpenting adalah cinta-cinta itu mengajarkan bahwa gw harus mengesampingkan sikap egois gw, bahwa “ternyata ada beberapa cinta yang memang tidak ditakdirkan untuk menghilang dari perasaan kita, tetapi tetap tidak bisa kita pegang. Tapi yang terpenting lagi adalah untuk menghargai cinta yang dapat kita pegang, walaupun ternyata cinta itu sebegitu menyakitkannya.”
Love,
Nad
Posted at 01:51 by nanathea
nanalink
Monday, July 31

Hari ini, di salah satu stasiun swasta di Indonesia, gw melewatkan film bagus yang sebenernya sering banget diputer di tv. Yap, Entrapment, arahan sutradara Jon Amiel ini memang top. Ceritanya tentang seorang mantan pencuri yang diminta bekerja sama dengan FBI untuk menangkap pencuri yang lain. Gw nyesel nonton cuma bagian akhirnya doang. Huh! Film ini berkali-kali ditonton gak akan ngebosenin.
Nenek gw aja bilang filem ini "Seru!"
Nenek gw yang kalo diajak ngobrol sering gak nyambung. Kalo nonton tv, malah tidur. Nenek gw yang gw pikir suka sama sinetron-sinetron keluarga dan sejenis kisah "berhikmah" itu, taunya sangat mengagumi duet akting Chaterine Zeta-Jones dan Sean Connery ini.
Tiba-tiba gw inget, gw belum punya DVD (bajakan!) filem ini.
Pokonya harus punya!
-nat-
Posted at 23:36 by nanathea
nanalink
Thursday, July 20
Masa orientasi siswa, yang dikenal dengan berbagai nama, ternyata masih ada. Liburan sekolah telah usai, dan mereka pun berbondong-bondong kembali ke sekolah. Salah seorang sepupu saya pun begitu. Setelah lolos dari jebakan Ujian Akhir Nasional yang kontroversial itu, ia pun naik ke tingkat pendidikan menengah atas, alias SMA.
Saya heran, ketika pertama kali dia masuk sekolah, hari rabu sampai minggu, adalah Pekan MOS, itu kata para pengajar di sekolah. Setelah ditilik dan dipikirkan dengan matang, ternyata MOS adalah singkatan dari Masa Orientasi Siswa
Halah...kayak gak ada kerjaan aja. Hari gini masih ada ospek? Kayaknya udah ga sesuai lagi deh. Tradisi orde baru masih dibawa-bawa, apa gak ketinggalan jaman tuh namanya. Belum lagi tidak ada manfaatnya. Yang ada hanya bikin stress dan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu.
Bayangkan, ia diminta membawa
-
air desa (bilang aja air mineral dalam botol)
-
dewi sri berbentuk bulan sabit (beras!)
-
segitiga emas (tahu!)
-
kacang repet (tempe!)
-
topi bola berwarna merah (buat apa!)
Belum lagi tugas-tugas yang harus dibawanya yang menggunung. Buat apa? Masih banyak orang yang membutuhkan bantuan, mending uangnya buat nyumbang bencana alam di Yogya, Jateng, Jabar, serta bencana-bencana lainnya di seluruh Indonesia. Bener ga?
-nat-
Posted at 10:54 by nanathea
nanalink
Monday, July 17
Ibu: Kamu itu pemalas...
Aku: 
Ibu: Suka ngerusak barang-barang!
Aku: 
Ibu: Ceroboh!
Aku: 
Ibu: Gak tau diri!
Aku: 
Ibu: Kampungan!
Aku:
Ibu: Kamu...
Aku: Udah cukup! Aku berenti!
Ibu: ???
Aku: Aku berenti jadi anak ibu.
Ibu: Kenapa?
Aku: Aku capek! Mulai sekarang ibu bisa nyari anak lain yang sempurna, gak kayak aku.
Ibu: 
Aku: ...
Ibu: Menurut Ibu, kamu bukannya pengen ibu nyari anak pengganti kamu yang lebih sempurna. Tapi kamu pengen nyari ibu yang sempurna buat diri kamu sendiri.
Aku:  i did'nt mean to say that. I just want to tell you, that i'm not perfect, and what i'm asking for is your love and your forgiveness. I'm sorry. I didn't realize that you're not perfect, either...
-nat-
Posted at 00:04 by nanathea
nanalink
|
|
|