Natnat (a.k.a nana a.k.a nadya a.k.a nejha) itu orang Indonesia yang gak jelas suku bangsanya.
Sering pake bahasa campur aduk gak karuan yang merupakan campuran bahasa Indonesia, bahasa sunda, bahasa gaul, dan bahasa prokem.
Lahir di suatu dusun di Ciamis, dan tidak pernah mengenal tanah kelahiran.
Tumbuh dan berkembang di Banda Aceh, dan Bandung. Ngaku-ngaku punya hubungan darah sama Raja-raja jaman dahulu kala dari Pontianak dan Garut.
Pernah kuliah di salah satu universitas swasta terkenal se-Bandung.
Punya seorang ayah, seorang ibu, dan seorang kakak lelaki.
Nat itu seorang cewek yang lagi pusing bin lieur bin dizzy, yang hidup di dunia yang berantakan.
Kalo mau kenalan, mau ngehina, mau ngasih masukan ke cewek ini, silahkan e-mail ke sini[cewek berantakan]



   

<< July 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31

Quotes of the Month

"As women, our historical role has been to clean up the mess. Whether it's the mess left by war or death or children or sickness...we know that life is messy." (Marsha Norman)




Tempat yang paling berantakan

  • My Bookshelf
  • Maca
  • Minna No Uchi
  • School of Thoughts

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed



    Thursday, July 20
    Ospek...

    Masa orientasi siswa, yang dikenal dengan berbagai nama, ternyata masih ada. Liburan sekolah telah usai, dan mereka pun berbondong-bondong kembali ke sekolah. Salah seorang sepupu saya pun begitu. Setelah lolos dari jebakan Ujian Akhir Nasional yang kontroversial itu, ia pun naik ke tingkat pendidikan menengah atas, alias SMA.

    Saya heran, ketika pertama kali dia masuk sekolah, hari rabu sampai minggu, adalah Pekan MOS, itu kata para pengajar di sekolah. Setelah ditilik dan dipikirkan dengan matang, ternyata MOS adalah singkatan dari Masa Orientasi Siswa

    Halah...kayak gak ada kerjaan aja. Hari gini masih ada ospek? Kayaknya udah ga sesuai lagi deh. Tradisi orde baru masih dibawa-bawa, apa gak ketinggalan jaman tuh namanya. Belum lagi tidak ada manfaatnya. Yang ada hanya bikin stress dan mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu.

    Bayangkan, ia diminta membawa

    1. air desa (bilang aja air mineral dalam botol)
    2. dewi sri berbentuk bulan sabit (beras!)
    3. segitiga emas (tahu!)
    4. kacang repet (tempe!)
    5. topi bola berwarna merah (buat apa!)

    Belum lagi tugas-tugas yang harus dibawanya yang menggunung. Buat apa? Masih banyak orang yang membutuhkan bantuan, mending uangnya buat nyumbang bencana alam di Yogya, Jateng, Jabar, serta bencana-bencana lainnya di seluruh Indonesia. Bener ga?

    -nat-


    Posted at 10:54 by nanathea

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry